Sosok Inspirator itu Bernama KH. Rahmat Abdullah

Posted: 01/14/2015 in Propile

rahmat-abdullah-foto-dok1-sabili-arief-kamaludinKali pertama saya mengenalnya hanya lewat tulisan dari salah satu majalah Islam, itu pun majalah yang di pinjam dari seorang teman. Dimana KH Rahmat Abdullah pada majalah tersebut menjadi pengisi sebuah kolom Assasiat, saat saya pertama kali membaca tulisan beliau, sempat terkagum-kagum sebab tulisannya memiliki gaya bahasa yang luar dari yang lain, sampai –sampai sayapun harus mengulang-ulang dalam membacanya, karena harus mencerna gaya bahasanya. Walaupun membacanya banyak yang di ulang, tapi saya senang membacanya dan setiap tulisan-tulisannya begitu “renyah” untuk di baca. Saking senangnya membaca tulisan-tulisannya sayapun berlangganan majalah dwi mingguan tersebut.

Seiring berjalannya waktu, sayapun menjadi sedikit tahu siapa KH Rahmat Abdullah itu, beliau adalah salah satu tokoh dan pendiri partai Islam di era reformasi, direktur atau pendiri Islamic Center Iqro di kawasan Pondok Gede Bekasi, beliau juga sering mengisi seminar, ceramah dan kajian-kajian Islam baik di kampus-kampus daerah-daerah bahkan keluar negeri seperti kebeberapa Negara di Eropa, Arab Saudi bahkan sampai juga ke Amerika. Dan hal ini yang membuat saya semakin kagum, beliau ini bukan Ustadz yang sering muncul di TV atau di Radio nasional, bukan Ustazd yang terkenal , sebagaimana ustadz-ustadz ternama lainnya tapi kiprahnya luar biasa, mungkin inilah yang disebut bekerja dalam kesunyian. Hingga suatu saat sayapun berkesempatan mengikuti sebuah kajian di Bandung dan beliau salah satu pematerinya, saking enak mendengarkannya rasa kantuk pun hilang padahal kajiannya hamper larut malam.

Tepat tanggal 14 Juni 2005 ada berita yang mengharukan dari seorang teman, beliau dikabarkan wafat pada usia 52 tahun setelah menyempurnakan wudhu untuk shalat maghrib. Setelah wafatnya beliau, ada banyak artikel yang menceritakan biografinya, dan sayapun membacanya dari beberapa tulisan. Dari cerita biografinya ada banyak inspirasi yang sampai sekarang masih sedikit yang bisa saya tiru. Diantara kisah-kisah insiratifnya sebagai berikut :

Beliau adalah seorang guru yang patut ditiru, Pembina yang bijaksana, Dai/ustadz yang rendah hati, hamper semua lapisan masyarakat beliau dakwahi dengan bahasa yang santun, sampai sampai para premanpun segan terhadapnya. Beliau semasa mudanya hingga akhir hayatnya adalah seorang pembelajar sejati, lulusan madrasah tapi mempunyai kemampuan komunikasi melebihi seorang sarjana.

Beliau adalah seorang yang tegas tapi sosoknya dikenal lembut, jarang sekali marah dan akan kelihatan marah jika ada yang melecehkan Islam, pernah suatu ketika mendengar percakapan kakaknya dengan kolega bisnisnya yang bekerja sebagai kopasanda –kopasus-, waktu itu kakanya meminta agar koleganya yang kopasanda itu melunasi utangnya, tapi kopasanda itu malaj menjawab “Nabi saja pernah meleset janjinya”, mendengar perkataan itu, Rahmat Muda keluar dari ruangan samping sambil berkata “Nabi yang mana yang pernah meleset janjinya” sambil menahan emosi, dan terjadi adu mulut hingga akhirnya sang Kopasanda itu minta maaf.

Ada lagi kisah yang menginspirasi, beliau adalah seorang yang dilahirkan dari keluarga sederhana namun pekerja keras, hingga pada tahun 2004 beliau harus masuk ke gedung parlemen sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Bandung Jawa Barat. Meskipun telah menjadi wakil rakyat beliau tetap masih memiliki gaya hidup sederhana masih suka pakai kendaraan umum waktu mau ke kantor, beliau juga di kalangan komisi III terkenal sebagai wakil rakyat yang tetap bersuara lantang, tapi tetap santun dan filosofis serta puitis dalam mengkritisi kebijakan pemerintah, tidak peduli siapa yang dikritiknya baik menteri maupun presiden, tapi kritikan tajamnya itu suka dijadikan wacana oleh para pemimpin yang di kritiknya.

Satu lagi kisah inspiratif, mungkin ini buah dari kerja dalam sunyi, tidak lama saat tersebarnya kabar wafatnya beliau ribuan pelayat memenuhi daerah sekitar Islamic Center Iqro Bekasi. Sampai sampai dikabarkan Presiden SBY mau melayatnya pun batal, karena alasan keamanan sebab saking banyaknya para pelayat, padahal waktu itu hujan sangat lebat tapi tak menyurutkan pera pelayat untuk mengantarkan jenazahnya sampai kemakam. Sekali lagi beliau ini bukan ustadz terkenal. Tapi ini bisa jadi buah dari kerja dalam sunyi.

Ada banyak kisah inspiratif lainnya dari kisah hidupnya beliau, dan pada kesempatan ini saya hanya bisa menuliskan sebagian yang menjadi inspirasi dan semoga menjadi inspirasi bagi pembaca sekalian. Tulisan ini saya ikut sertakan dalam lomba kisah tokoh yang memberi inspirasi yang diselenggrakan oleh <a href=”http://www.ichal.net/p/lomba-menulis-artikel-blog.html”>Lomba Menulis Artikel Blog Periode 1-2015</a>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s