Kisah titik-titik di hari Kamis

Posted: 05/21/2014 in Catatan Kecil

IMG0059APagi itu kebetulan hari libur, saya mengantar ibu ke pasar hanya untuk mencari pisang dan daging ayam, cuma itu. saya berfikir ah gak bakalan lama kalau hanya belanja segitu, lalu saya parkir menunggu ibu di samping kantor polsek. Saat saya menunggu, di sana sudah ada anak muda sekitar 20 tahunan usianya, duduk di atas motor beatnya sambil baca Koran.. mantaaap. kayanya sedang nunggu juga tuh anak muda.

Sementara saya hanya terdiam dan memperhatikan keadaan  sekitar, ada tukang rujak pake roda yang pagi-pagi sudah mangkal disana, ada kios jualan rokok dan lain-lain, terlihat di sekitar  tukang rujak, dan ada bapak yang usianya sudah cukup lumayan kelihatan tua, yang sesekali  berbincang dengan seorang ibu yang usianya lebih muda dari bapak yang di ajak ngobrolnya. Sesekali juga si Ibu itu menghampiri anak muda yang sedang baca Koran tadi sambil ngobrol. Saya piker si ibu itu lagi jualan.

Selang beberapa menit kemudian saya melihat ada pengendara motor berhenti pas di pinggir jalan pas depan tukang rujak, kemudia si pengendara motor itu mundur dan ngasih uang kepada seseorang yang lagi duduk di pinggir jalan, saya hanya melihat tangan yang menerimanya. Ops.. rupanya ada pengemis yang sejak saya nunggu disitu tidak kelihatan karena terhalang oleh kios, si pengendara motor tersebut berhenti hanya untuk memberi uang  kepada pengemis tersebut. (dan saya cuma berucap dalam hati semoga Allah SWT membalas dan memberkahi kebaikan orang tersebut).

Ada hal yang membuat saya terkejut, saat pengemis itu mundur dan terlihat jelas pengemis  itu memiliki cacat di bagian kaki, dia tidak bisa berjalan dengan normal saya merasa ibu, lalu ada yang membuat saya lebih terkejut, saat melihat si Ibu yang berada di tukang rujak itu dengan sigap membantu pengemis itu mundur , dan yang membuat saya terkesima dan semakin diam membisu, saat si ibu tersebut merangkul pengemis itu dan menggendongnya kemudian mendudukannya pada motor beat anak muda yang dari tadi asyiix membaca Koran tersebut. Nah lho.. semakin bengong lah saya  dan si anak muda pun menancapkan gas beatnya sambil membonceng pengemis tersebut yang di apit oleh si ibu tadi…😀

Beberapa detik kemudian saya lihat pemilik kios mendekat tukang rujak sambil berkata “wah eleh we uy urang mah, komo budaknamah diuk na motor bari maca Koran dina motor beat” (wah kalah kitamah sama pengemis itu, anaknya santai aja nunggu duduk di motor beat sambil baca Koran). Waduuhhh rupanya anak muda yang parkir dan sambil baca Koran depan saya itu, mungkin  sama lagi nunggu orang tuanya yang sedang bekerja. J Gaswat deh….

Kejadian yang lain saya pernah melihat di sekitar halaman masjid waktu saya mau Shalat sambil duduk melihat ada pengemis yang lagi memarahi anaknya, setelah saya perhatikan ternyata si bapak pengemis itu memarahi anaknya karena sang anak salah membelikan HP barunya, seharus nya HP yang baru dibelinya bisa mendengarkan Radio dan music, ini malah tidak, rupanya itu yang membuat sang ayah marah. J J

Kisah ini sama sekali tidak bermaksud untuk memilih-milih pengemis atau tidak percaya kepada pengemis. Jikalau kita mau berbuat kebaikan lakukan lah saat itu juga. Biarlah dan cukuplah Allah SWT. Yang membalas kebaikan yang kita lakukan. J

Komentar
  1. travelumroh bandung mengatakan:

    pelajaran bagi kita, kalau infaq atau sdekah lebih baik ke tetanga yang sudah kita kenal dan memang membutuhkan.. mungkin itu lebih baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s