Melahirkan generasi Unggul

Posted: 02/06/2014 in Opini

IMG0391ASejarahpun mencatat bahwa Rasulullah SAW adalah sosok seorang pemimpin yang meraih kesuksesan paripurna. Bagaimana tidak kita tengok saja bukti sejarah dalam waktu yang relative singkat kurang lebih 23 tahun, Rasulullah Muhammad SAW mampu merekonstruksi ulang manusia-manusia di sekitar zazira Arab yang tadinya hidup dalam kegelapan menjadi manusia-manusia yang hidup dalam keceemerlangan, mengetahui tuhannya, mengetahui tujuan hidupnya dan tidak hanya mampu memimpin dirinya sendiri tapi mampu juga memimpin dunia. Sehingga pada waktu itu Islam menjadi soko guru peradaban manusia. Tentu saja ini sebuah prestasi yang sangat luar biasa, dan prestasi ini pun bukan jadi begitu saja tapi ada proses perjuangan yang sangat heroic.

Kalau kita membaca sejarah-sejarah kejayaan Islam tentunya tidak lepas dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW, dimana kalau kita jeli dalam melihat dan mengklasifikasi sebuah peristiwa atau Alqur’an dan Alhadist, maka akan ada runutan bagaimana Islam dalam melahirkan generasi unggul. Adapun yang terekam oleh penulis secara garis besar bagaimana Islam melahirkan subuah generasi unggul, secara garis besarnya bisa dilihat berikut ini :

  1. Sejak pencarian jodoh

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari – Muslim ada 4 faktor/ kriteria yang harus diperhatikan dalam pemilihan jodoh, yakni : kekayaannya, keturunannya, rupanya/penampilannya dan agamanya. Dan jika mengutamakan akan factor agamanya makla itulah yang lebih baik, kenapa lebih baik, karena atas pertimbangan agama itulah  diharapkan bisa melahirkan generasi yang mengenal tuhannya dan tujuan hidupnya.

  1. Ketika janin masih dalam kandungan / masa kehamilan

Di negara barat termasuk di negara kita para ahli pskologi dan para dokter kandungan selalu menganjurkan agar setiap ibu hamil dirutinkan untuk mendengarkan musik-musik klasik, mengapa ? karena dengan mendengarkan music klasik secara psikologi ada pengaruh positif terhadap janin yang dikandungnya, dan penelitian ini memang benar adanya. Nah jauh-jauh hari Islam sudah mengajarkan kepada kita agar setiap Ibu hamil senantiasa perbanyak membaca Al-Qur’an agar psikologis ibu yang sedang hamil menjadi stabil dan kestabilan psikologis inilah yang memberi pengaruh positif terhadap janin yang dikandungnya. Karena membaca Alquran itu bisa menentramkan jiwa raga. Namun ada hal yang perlu diperhatikan juga dalammenbac Alqur’annya, di kita suka ada kebiasaan membaca l-qur’an hanya surat itu-itu saja misalnya kalo ingin punya anak laki-laki dan ganteng baca surat Yusuf atau ingin anak perempuan bacxa surat Maryam J, kita jangan terjebak atas kebiasaan tersebut surat apaun ayat berapapun Al-Qur’an itu sama baiknya dan sama utamanya Insya Allah

  1. Setelah melahirkan

Sesaat ketika bayi lahir  jika memungkinkan maka dianjurkan agar si bayi mencari Asi ibunya, menurut para ahli ASI pertama ini sangat bagus buat bayi.

Kemudian Islampun mengajarkan agar bayi yang lahir satelah tujuh hari (hitungan kalender islam) supaya melakukan aqiqah (bagi yang mampu) kemudian mencukur rambutnya dan memberi nama bayi tersebut dengan nama yang baik, karena dibalik nama yang abik itu merupakan do’a juga.

  1. Pola Pengasuhan

Kalau kita melihat kembali sirah nabawiyah Rasulullah Muhammad SAW. Saat beliau lahir tidak lama kemudian ibunya meninggal, lalu Muhammad kecil di asuh di daerah pedesaan dan menitipkan  kepada seorang wanita untuk menyusuinya bernama Halimatus Sadiah, nah menyimak sirah tersebut alangkah baiknya jika memungkinkan, si anak di didik dan dibesarkan di daerah yang kondusif baik kondusif alamnya ataupun budaya masyarakatnya dan tetntunya jangan luma memberinya ASI sampai dua tahun lamanya sebagaimana yang dianjurkan dalam Al-Qur’an. Karena bagaimanapun ASI lebih baik dari pada air susu hewan/sapi J. Dan hasil penelitian pun menyebutkan anak-anak yang diberi ASI sesuai dengan yang dianjurkan Al-Qur’an selangkah jauh lebih cerdas disbanding dengan yang tidak memakai ASI.

  1. Pola pendidikan dan pengajaran

Pola pendididkan ini tentunya banyak dan beragam metoda dan macamnya, tapi yang perlu diperhatikan adalah menanamkan sikap  kepada anak tradisi belajar bukan mengejar prestasi belajar, tetapi hal ini bukan menafikan prestasi belajar . namun kebanyak orang tua kurang menyadarinya kebanyakan orang tua itu menuntut anaknya untuk berprestasi dalam akademiknya, padahal anak itu masih ada potensi yang lainnya yang bisa di unggulkan. Ada banyak kasus anak yang memiliki prestasi akademik yang bagus tapi tidak suskes di masa mendatangnya tapi sebaliknya anak yang bisa-biasa saja prestasi akademiknya meraih sukses di kemudian harinya.

Sekali lagi hal ini bukan berarti manfikan prestasi belajar, karena jika kita menanamkan sikap tradisi belajar pasti si anak bisa belajar dalam kondisi apapun, bisa belajar dalam menghadapi persoalan apapun nah hal ini yang akam membuat si anak bertahan dalam setiap keadaan dan persoalan.

Apalagi sebagaimana kita ketahui pelajaran-pelajaran yang di ajarkan disekolah itu kadang tidak semua bisa dipraktikan untuk kehidupan di sekitar lingkungannya.  Oleh karemna itu menanamkan sikap tradisi belajar itu harus lebih di utamankan.

Tentunya lima yang dijelaskan tadi ini masih sangat gamblang masih ada factor-faktor lain yang lebih rinci, tapi tentunya factor yang paling utama dalam melahirkan generasi unggul ini adalah factor orang tua, namun dalam hal ini ada dua kendala, adapun kendala yang pertama adalah kurangnya kesadaran dari orang tua itu sendiri bahwa keberhasilan seorang anak itu adalah tergantung sekali sama orang tua, dan kendala kedua adalah ada yang sadar tapi masih kebingungan dan masih kurang tahu bagaimana memulai dan mendidik  yang baik itu. J semoga dua kendala tadi seiring dengan waktu bisa berkurang sehingga negeri ini di huni oleh generasi generasi yang unggul. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s