Tobat Akhir Tahun, Kenapa Tidak?

Posted: 12/14/2013 in Opini

mesjid p4tkSuatu ketika seorang sahabat hendak menjual kain hasil tenunannya. sesampainya di pasar, kain itu diamati oleh seorang penjual kain. “kainmu ini bagus, tapi aku melihat ada beberapa cacat di sini dan di sini,” kata penjual kain tersebuat. mendengar penjelasan tukang kain itu dia pun termenung, kemudian menangis melihat itu penjual kain berkata, ”Sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya. kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas.”
Tawaran itu dijawab, ”Aku tidak menangis karena kain itu. aku menangis karena aku menyangka kain yang aku buat selama berbulan- bulan itu tidak ada cacatnya. Tetapi engkau ahli kain, matamu lebih jeli dan engkau melihat cacat pada kain milikku. Aku jadi teringat akan ibadah-ibadah yang telah aku lakukan  selama bertahun-tahun ini. Aku berfikir bahwa ibadahku tidak ada cacatnya. Tetapi Allah lebih mengetahui. Ibadahku selama ini bisa saja banyak cacatnya. Itulah yang menyebabkan aku menangis.”
Itu yang dirasakan oleh seorang sahabat Rasulullah Saw. Bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan ibadah kita satu tahun kebelakang? Bisa jadi, kita telah merasa cukup dan baik dalam beribadah, tapi banyak cacatnya dihadapan Allah Swt. Seperti pesan Umar bin Khotob r.a., hendaklah kita sering mengevaluasi diri. Hal itu membantu kita memperbaiki kualitas ibadah atau amal kita diwaktu-waktu berikutnya
Tidak terasa, kini kita telah berada di penghujung tahun. Biasanya hal ini merupakan  momen yang tepat guna mengevaluasi diri. Bulan Muharram sebagai awal tahun Hijriyah yang telah tiba beberapa minggu yang lalu atau bahkan awal tahun masehi  yang segera akan menjelang di rasa sangat pas sebagai waktu perubahan ke arah yang lebih baik.
Melalui semangat hijrah yang dibawa bulam Muharam kemarin, di tahun baru kali ini kita hendaknya sama-sama bergegas “berpindah” keadaan. Kalau semula keadaan kita penuh maksiat dan melalaikan beribadah, di tahun depan kita harus segera hijrah menuju kualitas iman dan takwa yang sempurna. Guna menuju derajat takwa yang lebih baik tentunya kita harus punya strategi.
Dr. Abdullah Nashih Ulwan dalam Tarbiyah Ruhiyah : Petunjuk Praktis Mencapai Derajat Takwa (2012), menjelaskan langkah sederhana mengevaluasi diri agar kualitas iman tetap terjaga. langkah ini bisa kita aplikasikan dalam “Program  Evaluasi” akhir tahun ini.

1. Muhasabah
Merupakan kegiatan menghitung, serta mengingat kembali amal dan dosa yang pernah kita perbuat, denagn cara menghisab diri kita dapat gambaran tentang seberapa banyak amalan kita untuk bekal kelak.

2. Muraqabah
Setelah mengetahui potensi amal kita, tahap berikutnya adalah memperbaiki. Secara bahasa Muraqabah berarti pengawasan/pemantauan.
diartikan jugasuatu keyakinan yang kuat bahwa Allah Swt. senantiasa melihat,mendengar dan mengetahui apa yang kita lakukan.

3. Mujahadah
Terakhir adalah optimalisasi ibadah. berakar dari kata Al-jihad, Mujahadah berarti mencurahkan segenap upaya untuk memberikan yang terbaik. Totalitas dalam bekerja dan ibadah merupakan implementasi tinggi bagi seorang hamba kepada sang Maha Pencipta. (disadur dari Majalah Percikan Iman edisi Desember 2013)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s