Hadiah Istimewa di Bulan Rajab

Posted: 05/29/2013 in Opini

shalatTak terasa, saat ini kita sedang menjalani salah satu bulan yang Allah muliakan yakni bulan Rajab.  Betapa tidak, dibulan ini Allah memberikan hadiah yang tak ternilai bagi kita ummat yang dicintaiNya yaitu diturunkannya perintah sholat secara langsung kepada manusia yang paling dicintaiNya sebagai utusanNya melalui peristiwa yang dikenal dengan sebutan Isra’ Mi’raj.

Sungguh istimewa “oleh-oleh” dari peristiwa Isra’Mi’raj ini, betapa tidak dari sekian banyak perintah Allah kepada kita sebagai hambaNya, perintah sholat-lah yang secara langsung disampaikan tanpa ada perantara siapapun. Dari sinilah dimulai, betapa ibadah sholat memiliki posisi yang sangat berharga dalam diri seorang muslim. Peristiwa Isra’ Mi’raj sendiri merupakan peristiwa yang mengagumkan dan membanggakan bagi kita sebagai ummat Islam, dimana kita masih ingat hanya dalam waktu kurang satu hari Allah memperjalankan nabi Muhammad SAW dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha kemudian dilanjutkan ke Sidratul Muntaha, suatu tempat yang malaikat Jibril-pun tidak sanggup memasukinya.

Peristiwa Isra’ Mi’raj ini Allah abadikan dalam firmanNya yaitu dalam surat Al Isra (Bani Israil) ayat pertama yang artinya :

17:1. Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil haram ke Al Masjidil aksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Setelah kita mengingat kembali moment yang sangat berharga dalam sejarah ummat Islam ini, selanjutnya bagaimana kita bisa “menikmati” terus “oleh-oleh” istimewa ini sehingga kita menggapai taqorrub  (kedekatan) kepada Maha Pencipta kita yakni Allah SWT.

Ya… hal itulah yang harus senatiasa kita terus pelihara,… J

Mengapa sholat harus senatiasa terpelihara dan terjaga dalam diri seorang muslim ?

Setidaknya  ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa sholat harus dipelihara

1.   Sholat sebagai fondasi yang utama dalam diri seorang muslim

Sholat sebagaimana kita ketahui merupakan salah satu poin dari rukun Islam yang kedua. Dimana sholat juga merupakan pilar utama dalam membangun fondasi kepribadian seorang muslim. Hal ini ditegaskan dalam hadits :

Dari Abi Ja’far as berkata:

“Shalat adalah tiang agama, perumpamaannya seperti tiang kemah, bila tiangnya kokoh maka paku dan talinya akan kokoh, dan bila tiangnya miring dan patah maka paku dan talinya pun tidak akan tegak.” [Bihar, jilid 82, hal 218]

2.    Sholat merupakan pembeda antara muslim dengan agama lainnya

Selain berfungsi sebagai fondasi yang paling pundamental, sholat juga merupakan pembeda antara kita sebagai muslim dengan mereka kaum musyrikin.

Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa yang meninggalakan shalatnya sehingga melewatkan waktunya tanpa alasan maka amalnya terputus, kemudian beliau saw bersabda: Antara seorang hamba dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” [Bihar, jilid 82, hal 202]

 3.  Sholat merupakan amal ibadah yang paling awal akan dihisab

Kita sebagai manusia dan makhluk hidup lainnya tentunya akan merasakan apa yang dinamakan dengan kematian, namun bedanya dengan makhluk Allah yang lainnya, kita sebagai manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas semua yang Allah berikan selama kita menjalani kehidupan di dunia. Diantara hal-hal yang akan dipertanggungjawabkan kita di alam Barzah (kubur) yang paling utama yaitu amal sholat kita. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW :

Imam Ja’far Shadiq as berkata:

“Hal pertama yang akan dihisab (diperhitungkan) dari seorang hamba adalah shalat, jika shalatnya diterima maka seluruh amalnya akan diterima dan jika shalatnya ditolak maka seluruh amalnya akan ditolak.” [Wasa’il Al-Syi’ah, jilid 3, hal 22]

 4.  Sholat merupakan saat dimana seorang hamba paling dekat dengan Rabb-nya

Kita sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah SWT, tentunya sangat rindu dan ingin selalu dekat dengan Allah SWT yang menciptakan kita. Dia-lah yang memenuhi segala kebutuhan kita baik untuk makan, minum, bernapas dan yang lainnya.  Dia-lah yang menjaga kita dimanapun, bahkan diwaktu kita tidur. Dia-lah yang Maha Pemberi kehidupan yang mengatur segala yang dalam tubuh kita, darah yang mengalir dan jantung yang berdetak. Serta banyak ni’mat yang lainnya yang telah Dia berikan untuk kita semuanya tanpa terkecuali yang tidak mungkin kta untuk menghitungnya.

 Pada saat apakah kita bisa sangat dekat denganNya? Di saat sholat….. ya, disinilah kita dapat sangat dekat denganNya, disaat sholat adalah  moment yang paling dekat antara kita sebagai makhluk-Nya dengan Allah SWT sebagai sang Kholiq. Sebagaimana disabdakan melalui manusia yang paling dicintai-Nya :

 Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda“Keadaan paling dekat seorang hamba dari Rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, maka perbanyak doa (di dalamnya).”(HR. Muslim)

 5.  Sholat merupakan “alat pencegah” dari perbuatan keji dan munkar

Pada diri seorang manusia terdapat dua sisi yang sangat berlawanan. Sisi pertama, merupakan sisi yang selalu menyerukan dan mendorong manusia untuk terus berbuat baik mengikuti segala semua yang Allah SWT perintahkan. Sedangkan sisi yang lainnya, yaitu sisi dimana kita selalu didorong untuk terus menjauh dari Allah SWT dengan menjalankan apa yang telah jelas dilarangNya.

Tentunya kita sebagaimana yang beriman kepada Allah SWT, menginginkan bahwa sisi yang pertama merupakan unsur yang paling dominan diantara unsur yang lainnya yang memiliki efek berlawanan.

 Dengan apa kita bisa selalu dapat menjauh dari unsur yang tidak kita harapkan ( yang mendorong kepaada perbuatan kejji dan munkar) ?

Maka jawabannya tiada lain adalah dengan sholat…. Ya.. sholat dapat menjadi alat yang bisa kita jadikan agar kita dapat terhindar dari sifat keji dan munkar. Sebagaimana yang telah secara langsung Allah SWT sampaikan dalam surat cintaNya yaitu dalam surat Al Ankabut (29): ayat 45 :

“…. Dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar…”

Itulah sedikit uraian yang dapat ditulis, semoga dapat bermanfaat untuk kita semuanya dan menjadikan kita pribadi, keluarga dan juga saudara kita lainnya menjadi  hamba-hamba yang dicintai-Nya.

Terakhir sebagai penutup, marilah kita perbanyak membaca do’a

  “Allahumma bariklana fi rojaba wa sya’ban wabalighna Ramadhan”

Mudah mudahkan kita sampai kepada bulan yang penuh dengan rahmat, maghfirah dan berkah-Nya. Aamiin ya Rabbal’alamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s