Citarumku Ohh… Citarum

Posted: 03/19/2013 in Opini

IMG0177ATulisan ini dibuat ketika saya harus mengumpulkan tugas contoh permasalahan dan solisunya.  mengapa mengambil Citarum, sebab Citarum ini selain merupakan salah satu sungai terpanjang di JawaBarat juga merupakan sungai yang mengalir melewati kampung halaman saya, sehingga ada baiknya jika saya mencoba menganalisa sedikit permasalahannya serta berbagi sedikit solusinya.. hhmmm. untuk lebih jelasnya bisa di baca pada makalah singkat berikut ini

Pendahuluan

 Sungai Citarum adalah sungai terpanjang dan terbesar di  Provinsi Jawa Barat, Indonesia.  Sungai Citarum dengan panjang 269 km bersumber dari  mata air Gunung Wayang  (di sebelah selatan kota Bandung), tepatnya di kecamatan pacet mengalir ke utara  melalui bagian tengah  wilayah propinsi Jawa Barat dan bermuara di Laut Jawa.

Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum seluas 12.000 km2 meliputi 12 wilayah administrasi  kabupaten/kota yaitu: Kab. Bandung,  Kab. Bandung Barat, Kab. Bekasi, Kab. Cianjur, Kab. Indramayu, Kab. Karawang, Kab. Purwakarta, Kab. Subang, Kab. Sumedang Kota Bandung, Kota Bekasi dan Kota Cimahi.

Pemerintah membuat tiga bendungan dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di sungai ini di antaranya yaitu: PLTA Saguling, PLTA Cirata, dan PLTA Ir. H. Djuanda atau yang dikenal dengan PLTA Jatiluhur.

Berdasarkan Permen PU No.11A Tahun 2006, wilayah sungai Citarum merupakan wilayah sungai lintas Provinsi  (Cidanau-Ciujung-Cidurian-Cisadane-Ciliwung-Citarum merupakan wilayah sungai lintas  Provinsi Banten-DKI Jakarta-Jawa Barat) yang kewenangan pengelolaannya berada di Pemerintah Pusat.

Fakta dan Permasalahan

Untuk melihat fakta dan permasalahan ini, karena aliran sungai Citarum ini sangat panjang dan merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat ini, maka kami penulis membatasi fakta dan permasalahannya khususnya yang ada disekitar Kecamatan Majalaya Kab. Bandung.

Sudah bukan rahasia lagi, saat ini tingkat pencemaran Sungai Citarum memang sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan, Citarum mendapat predikat sebagai salah satu sungai yang paling tercemar di dunia,(galamedia 26/02/2013).

Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan kondisi pada  tahun 1970-an. Saat itu air Sungai Citarum masih terlihat jernih ikan-ikannya pun beragam plus dengan tumbuhan disekitar DAS Citarum dari mulai bambu, kaso, tiwu dan yang lainnya, dan semua itu bisa dimanfaatkan warga untuk keperluan sehari-hari dari mulai mencari ikan sampai untuk mandi dan mencuci.

Namun setelah lewat tahun 1980-an, aliran air Sungai Citarum sudah berubah drastis tidak bisa digunakan lagi untuk keperluan sehari-hari seperti mandi dan mencuci, ikan-ikan yang tadinya beragampun mulai tidak terlihat.

Lalu apa yang membuat semuai ini. Lagi, persoalan limbah industri tekstil pada Sungai Citarum mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Limbah industri yang langsung dibuang ke aliran sungai tanpa proses instalasi pengolahan limbah mengancam puluhan hektar sawah, penyakit kulit, hingga penurunan kuantitas listrik pada waduk sepanjang Sungai Citarum.

           Pencemaran itu terjadi di kawasan dekat hulu Citarum, di Kampung Balekambang, Majalaya, Kabupaten Bandung. Sejumlah warga mengaku pasrah terhadap pencemaran Pabrik tekstil di sekitar kawasan tersebut.

Sejumlah petani di Balekambang, Majalaya, Kabupaten Bandung, mengaku mengalami kondisi terparah dari pencemaran limbah tujuh pabrik di sekitar kawasan Balekambang. “Banyak pipa-pipa saluran limbah yang bocor ke areal sawah, tak jarang banyak padi yang rusak,” ujar Ojang (60 tahun), salah satu warga Balekambang, Air Sumur, kata dia, juga kotor mengakibatkan penyakit gatal dan diare. masih menurut Ojang, keluhan ini telah seringkali disampaikan kepada pihak pabrik, namun tanpa ada itikad yang baik, kondisi ini terus terjadi hingga puluhan tahun. “mereka banyak sewa preman pabrik, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” tambahnya. (Republika.or.id)

             disamping itu juga terjadi penurunan kualitas air Sungai Citarum akibat limbah sampah dan sedimentasi yang mengakibatkan peningkatan biaya perawatan Pembangkit Listrik Tenaga Air Saguling. Total biaya perawatan perangkat waduk, mencapai Rp 1 miliar per tahun. “Sebab rata-rata, limbah yang tersaring berupa pasir dan material lain mencapai 4,2 juta meter kubik,” kondisi air citarum yang sangat tercemar, berdampak pada korosi bagian turbin waduk di Saguling. (Republika.co.id)

Di kawasan Majalaya, sedikitnya terdata 139 indutri tekstil dan tenun yang membuang limbahnya langsung ke aliran Citarum. secara luas, sekitar 1.500 industri yang berada di sekitar Daerah aliran Sungai Citarum , menyumbang 2.800 ton limbah untuk tiap harinya. “Semuanya merupakan limbah cair kimia bahan bahaya beracun (B3),” (Republika.co.id)

Sungai Citarum kini sudah tercemar limbah cair yang dibuang perusahaan industri tekstil, termasuk limbah rumah tangga. Kini ikan-ikan pun sudah tidak ada lagi yang mampu hidup di aliran Sungai Citarum, kecuali ikan sapu. Padahal dulu Sungai Citarum menjadi tempat mencari ikan bagi warga sekitar.

 Solusi

 a.      Solusi Ilmiah

Masalah pencemaran sungai Citarum ini adalah masalah bersama, semua elemen masyarakat dari mulai penggiat lingkungan, pemerintah, pengusaha harus bahu membahu memberikan penyadaran dan sadar diri, serta berpandangan “Citarum Sehat kitapun sehat”. Adapun tahapan yang mesti dilakukannya sebagi berikut :

–          Mengadakan kampanye “Citarum Sehat Kitapun Sehat” oleh para penggiat lingkungan hidup, LSM dan didukung penuh oleh pemerintah dan pengusaha. Serta memberikan penyadaran kepada masyarakat agar senentiasa menjaga lingkungan di sekitar DAS Citarum.

–          Regulasi dan hukum sudah dibuat misalnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Tinggal menunggu ketegasan Aparat hukum dan pemerintah setempat.

–          Para penggiat aktifis lingkungan hidup dan masyarakat korban dapat melakukan advokasi litigasi atas masalah pencemaran lingkungan pada Sungai Citarum

–          Menanam kembali pohon di sekitar hulu sungai Citarum

–          Setiap perusahaan yang ada di Majlaya dan sekitarnya harus di pastikan punya pengolahan limbah dan terus diawasi.

b.    Solusi non ilmiah

Berdo’a kepada Allah swt, semoga para pelaku pencemaran cepat disadarkan dan pemerintah lebih serius untuk menangani maslah pencemaran sungai Citarum.

 Penutup

Mengembalikan Sungai Citarum agar kembali sehat bukan perkara yang mudah, tapi butuh proses yang panjang serta biaya yang tidak sedikit. Dan tentunya harus dimulai dari sekarang secara bersama-sama, jangan saling menyalahkan, kurangai rasa curiga biar kita bisa bekerja sama untuk memulihkan kembali sungai Citarum yang kita cintai ini, biar Citarum Sehat kitapun sehat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s