Dan Merekapun Berkomentar Tentang Rasulullah SAW

Posted: 02/25/2013 in Informasi

Uppss hampir lupa nih gak kemuat di blog heheh… Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa beberapa waktu yang lalu ada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Patutlah kita ambil pelajaran dari kelahiran Nabi Muhammad SAW., panutan kita semua ini.
Baginda Nabi M

muhammadKehidupan bangsa Arab pada awal diutusnya Rasulullah SAW. sangatlah buruk. Seorang ayah tega membunuh anak perempuannya, karena anak perempuan dianggap sebagai aib; banyak terjadi pertikaian antar suku, peperangan dan lain sebagainya. Dengan kehadiran Nabi Muhammad, semua perbuatan yang buruk tadi dapat dihilangkan dari budaya bangsa arab. Dari jaman jahiliyah kepada jaman pencerahan, baik bagi bangsa Arab maupun bagi bangsa-bangsa lainnya di pelosok dunia. Maka Jadi jelaslah bahwa Rasulullah SAW itu adalah teladan yang harus kita ikuti semua perbuatannya. Karena, beliaulah pembawa perintah Allah SWT. Sekaligus membimbing kita untuk menjalani kehidupan ini dengan sebaik mungkin. Lalu, bagaimana cara kita meneladani Rasulillah SAW.? Tentunya dimulai dari yang kecil-kecil dan dari diri sendiri. Contohnya, Shalat berjamaah dan tepat waktu, hormat kepada Orang Tua dan Guru-guru, sayang kepada yang lebih muda, tidak membuang sampah sembarangan, rajin dan giat dalam menuntu ilmu, dan lain sebagainya.uhammad SAW diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak, sebagaimana sabdanya yang artinya, “Aku dilahirkan ke dunia ini untuk menyempurnakan (memperbaiki akhlak manusia.” (HR. Ahmad)

Maka, mulai saat ini marilah kita berakhlak yang baik kepada siapapun, termasuk kepada diri kita sendiri. diawali dari tindakan tindakan yang kelihatannya kecil, seperti makan dan minum dengan tangan kanan dan sambil duduk, selalu memulai aktifitas dengan bismillah dan doa, dan yang lainnya.

Udah seharusnya kita sebagai muslim meneladani Rasulullah SAW. tanpa kecuali sebab orang yang bukan muslim pun banyak yang memberikan apresiasi terhadap Rasulullah Muhammad SAW. seperti berikut ini :

Rasulullah Saw di Mata Para Cendekiawan Dunia

Keagungan pribadi Muhammad dan kebenaran ajarannya tidak hanya diakui oleh umat islam, melainkan juga oleh ribuan cendekiawan Barat baik dari kalangan Nasrani maupun Yahudi. Berikut kami paparkan pernyataan beberapa cendekiawan Barat terhadap figur Muhammad Saw.

1. Karl Marx (1817-1883), ahli politik, filsafat, dan ahli kemasyarakatan kelahiran Jerman. Dalam bukunya, Al-Hayat ia menulis: “Lelaki Arab yang telah menemukan kesalahan agama Nasrani dan agama Yahudi itu, melakukan pekerjaan yang sangat berbahaya di tengah-tengah kaum musryik penyembah berhala, mendakwahkan mereka pada agama tauhid dan menanamkan keyakinan tentang keabadian roh. Maka layak bagi kita untuk mengakui kenabiannya, dan dia adalah rasul (pesuruh) langit untuk bumi.”

Dalam bukunya yang lain, Ra’sul Mal”, Karl Marx menulis, antara lain: “Nabi ini yang dengan risalahnya telah membuka zaman baru untuk ilmu, cahaya dan pengetahuan, layak dicatat kata-kata dan perbuatannya dalam pola khusus operasional. Oleh karena pelajaran yang diberikan adalah wahyu Allah yang diturunkan dan merupakan risalahnya juga, maka menjadi tugas dan kewajibannya untuk menjadikan kotoran-kotoran yang telah menimbuni risalah-risalah yang lalu akibat orang-orang bodoh yang mengandalkan ajarannya tanpa dukungan orang yang berakal.”

2. Sir Herbert Spencer (1820-1903), seorang filsuf kelahiran Cardiff, Inggris. Dalam bukunya yang diterjemahkan kedalam bahasa Arab, Ushulul Itjima antara lain menulis: “Hendaklah kalian menjadikan Muhammad sebagai perlambang politik agama yang tepat, dan seseorang yang paling jujur dalam menerapkan sistemnya yang kudus di tengah-tengah umat manusia seluruhnya. Muhammad merupakan suatu sosok amanat yang dijelmakan dalam kejujuran yang murni, siang dan malam selalu tekun menghidupi umatnya.”

3. Sydoe (1817-1893), adalah seorang orientalis dan sejarahwan besar Perancis. Tentang Muhammad, anggota persatuan cendekiawan Perancis ini menulis dalam bukunya, Khulasatu Tarikhil Arab,”, antara lain sebagai berikut: “Muhammad saw. telah menjadikan kabilah-kabilah Arab itu satu tatanan umat menuju satu tujuan. Sehingga semua orang melihat penjelmaanya sebagai suatu umat besar yang satu sisi sayap kerajaannya mencapai Spanyol dan sisi yang satu lagi mencapai India. Maka berkibarlah di mana-mana panji peradaban, ketika itu Eropa sedang dirundung kegelapan jahiliyah (kebodohan) pada abad-abad pertengahan.”

4. Dr. Wile (1818-1889), seorang orientalis berkebangsaan Perancis yang bekerja di Aljazair sebagai guru dan penerjemah. Dalam karyanya, Tarikhul Khulafa, ia menulis antara lain: “Muhammad layak mendapat kekaguman dan penghargaan kita sebagai reformis agung, bahkan dia patut juga diberi gelar nabi. Kita tak usah mendengarkan cerita orang-orang yang bermaksud jahat dan pendapat orang-orang ekstrem. Sungguh Muhammad itu seorang besar dalam agama dan pribadinya. Barang siapa yang menyerangnya, jelas dia tidak mengerti dan melecehkan jasa-jasanya.”

5. Conte Henry de Castri (1853-1915), adalah seorang orientalis. Dalam karyanya Al-Islam, ia menulis antara lain: “Muhammad tidak membaca tidak menulis, ia seorang nabi yang ummi. Dengan demikian ia tidak pernah membaca kitab suci, tidak pernah agamanya mengutip itu, mengutip agama-agama yang terdahulu seperti di tuduhkan orang dengan kebodohan. Sejarah Muhammad penuh mengandung pujian dan pengagungan kepadanya yang sudah tentu tidak diketahui orang-orang yang tidak mengenalnya.”

6. Pastor Isaaq Tiles, seorang agamawan kelahiran Bordeauz (1810-1897) menulis dalam bukunyaHaqaiqut Tarikh, antara lain: “Kalau kita mau meneliti dengan seksama karya-karya Muhammad dan kenabiannya, kita tidak akan menemukan sesuatu pun yang mencela dan mengecam Nasrani, bahkan kita melihat garis pemisah antara kaum Yahudi dan Kaum Nasrani. Islam datang menciptakan kebahagiaan dan peradaban. Muhammad sama halnya dengan Musa membolehkan poligami dan perbudakan, walau perbudakan itu sendiri tidak diajarkan dalam akidah Islam. Muhammad membolehkan perbudakan karena dalam keadaan darurat. Sedangkan poligami, Musa malah tidak mengharamkan dan dalam Tauratnya, dan Daud juga tidak mengharamkan dalam Zaburnya. Kami wajib memahami bahwa akhlak Islam lebih luhur dari akhlak Nasrani.”

7. Monsieur Deitet Vannan (1823-1879), adalah seorang orientalis Perancis yang pada tahun 1875 mengembara ke Timur. Dalam karyanya Asyi’ah Khasah bin Nuril Islam menulis, antara lain: “Sesungguhnya al-Quran yang dibawa Muhammad itu telah mencatat adanya Kitab-kitab Suci yang lain, dan ia merupakan satu-satunya Kitab yang menyeru kepada orang untuk bersikap lemah lembut dan baik hati. Telah mengadu kepada Rasullulah Muhammad, salah seorang dari Bani Salim bin Auf yang bernama Al-Husein: “Ya Rasulullah saya mempunyai orang-tua yang masih beragama Masehi dan keduanya enggan masuk agama Allah. Saya akan bermaksud memaksa keduanya. ” Rasulullah Muhammad menjawab, “Tidak ada paksaan dalam menganut agama, seperti yang tercantum dalam surat Al-Kafirun (6): Untukmu agamamu, dan untukku agamaku, dan seperti yang tercantum dalam surat An-Ankabut (46): Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang lebih baik.”

8. Lev Nikolaevich Tolstoy, adalah seorang filosof dan sastrawan besar Rusia menulis dalam bukunya,Siapakah Muhammad, antara lain: “Tahun pertama gerakan dakwahnya membawa Muhammad untuk menghadapi berbagai tantangan sebagaimana keadaan seorang Nabi yang diutus sebelumnya yang mengajak umatnya kepada kebenaran. Tetapi tantangan-tantangan ini tidak mematahkan semangatnya. Bahkan Muhammad terus berdakwah, padahal ketika itu ia belum menyatakan bahwa dirinya seorang Nabi yang satu. Tetapi datang sebagai penyempurna risalah-risalah sebelumnya dan mengajak kaumnya pada keyakinan seperti Nabi-Nabi lainnya.”

9. Edward Adams, seorang orientalis dari Amerika dalam salah satu karyanya, antara lain: “Negara Arab dulu sebelum Kenabian Muhammad, adalah negara yang tenggelam dalam kerusakan moral. sulit bagi kita mencirikan berbagai kekacauan yang terjadi di setiap tempat. Kerusakan besar yang menyengsarakan rakyat pada masa itu dan kejahatan pada anak-anak (anak perempuan lahir dikubur hidup-hidup karena takut membawa petaka), pengorbanan manusia yang dilakukan atas nama agama, perang yang berkelanjutan antar suku, serta penduduk negeri yang selalu hidup kekurangan, serta tidak adanya tatanan hukum yang kuat. Semua itu mengakibatkan penghambaan dan perbudakan di antara manusia, bertambahnya kejahatan, pelecehan seksual dan kehormatan di antara manusia. Ketika itulah datang Muhammad saw. sebagai juru penerang risalah yang Maha Esa dan Maha Perkasa bagi seluruh alam, yakni Al-Quran, dan ditangan kirinya membawa cahaya. Sesungguhnya, semua ini untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya dengan izin Tuhan yang Maha Mulia.

10. Albornos Catian adalah seorang orientalis berkebangsaan Itali. Ia menulis tentang Muhammad dalam bukunya, Adyanul Arab, antara lain: “Sesungguhnya keistimewaan Muhammad terletak pada kemampuannya yang menakjubkan sebagai seorang politikus yang bijak-bestari, lebih dari sekedar Nabi yang mendapat wahyu. Kiranya tak seorangpun yang mengenal Muhammad, akan menjatuhkan kehormatannya, dan siapa yang melakukannya maka ia telah berbuat aniaya terhadap dirinya dan juga terhadap Muhammad.” (islamtag)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s