Efek / Pengaruh Ucapan Orang Tua Kepada Anak

Posted: 09/14/2012 in Opini

Kalau anda seorang penggemar film atau pemerhati entertaintmen tentunya tahu siapa Jodi Foster, ya ia adalah salah seorang peraih Piala Oscar sebagai aktris terbaik dalam salah satu film layar lebar. Saat penyerahan piala tersebut, dari atas panggung dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya hingga meraih penghargaan ini.

                Tapi ada hal yang menarik, ucapan terima kasih yang pertama ditujukan adalah kepada ibunya. kiratanya seperti ini ucapanya, “Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu saya. Sewaktu saya masih kecil, Ibu selalu mengatakan bahwa semua lukisan tangan saya itu setara dengan karya Picasso. Kemudian pada saat saya sedang dalam keadaan sulit, ia  selalu bilang: Jodi, kamu pasti bisa mengatasinya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dan, kata-kata inilah yang selalu terngiang di benak saya hingga akhirnya saya yakin dan mampu untuk menjadi seorang seniman sehebat Picasso.” dulu Jodi Foster sangat gemar melukis. Dan, sering kali mengganggu ibunya hanya untuk memperlihatkan hasil lukisan-lukisannya yang pada saat itu semuanya masih tampak seperti benang kusut.

                Bayangkan saudaraku, jika yang diucapkan oleh ibunya adalah seperti ini:  “Jodi Sudah!! jangan pernah ganggu pekerjaan ibu lagi dengan lukisan-lukisan burukmu itu …, kamu tidak akan pernah mampu untuk menjadi seniman. Cepat sana segera selesaikan PR-mu, sebelum ibu membentakmu lagi!!… waw zereeem.

                Kalimat-kalimat negatif seperti ini akan meninggalkan kesan dan luka yang mendalam bagi diri seorang anak. Bisa jadi, kalimat tersebut akan tertanam di dalam benaknya sepanjang hidupnya. Dalam beberapa kasus ditemui, pengaruh kata-kata di duga lebih menghancurkan hidup seorang anak daripada kekerasan yang menyangkut fisik.

                Mendengar kisah Jodi Foster, jadi teringat kepada sosok sahabat Rasulullah Saw, yang pernah dido’akan dengan kalimat kalimat baik oleh Rasulullah Saw. Beliau adalah Ibnu Abbas

                Ibnu Abbas senantiasa mengiringi Rasulullah kemanapun beliau pergi.
Akibat interaksi yang sedemikian itulah, beliau banyak mengingat dan mengambil pelajaran dari setiap perkataan dan perbuatan Rasulullah. Saking seringnya bersama Rasulullah Saw dalam berbagai kesempatan Rasulullah SAW pun sering mendo’akan beliau, diantara kalimat-kalimat do’a Rasulullah kepada Ibnu Abbas :“Ya Allah, jadikanlah Ia seorang yang mendapat pemahaman mendalam mengenai agama Islam dan berilah kefahaman kepadanya di dalam ilmu tafsir.” Adapun kalimat do’a yang lainnya “Ya Allah, karuniakanlah ia hikmah dan kebijaksanaan dan berikanlah perkembangan ilmu daripadanya.”

Kalimat Do’a Rasulullah Saw adalah pernyataan yang pasti akan menjadi kenyataan. Ketika Kalimat doa Rasulullah Saw bersinergi dengan talenta kecerdasan dan kedisiplinan yang tinggi, maka doa tersebut mewujud. Terbukti dalam sejarah, setelah dewasa, Ibnu Abbas menjelma menjadi ilmuwan garda depan dalam Islam. Ibnu Abbas menjadi seorang ulama fikih yang terpandang, ahli hadis yang masyhur, ahli bahasa yang disegani, dan mufasir yang diakui otoritasnya. Ia bahkan menjadi sosok orang yang ahli dalam Al-Qur’an tingkat kedua setelah Ibnu Mas’ud, hingga ia mendapat gelar al-bahru fi al-‘ilmi. Tanwir al-Miqbas adalah nama kitab tafsir karya Fairuzzabadi yang dinisbatkan kepada Ibnu Abbas, sebuah kitab tafsir awal yang selalu menjadi rujukan utama bagi para mufasir setelahnya. Jumlah hadis yang diriwayatkannya pun cukup banyak, sekitar 1660 hadis.

Ibnu Abbas tidak hanya dikenal karena pemikiran yang tajam dan ingatan yang kuat, tapi juga dikenal murah hati. Teman-temannya berujar, “Kami tidak pernah melihat sebuah rumah penuh dengan makanannya, minumannya, dan ilmunya yang melebihi rumah Ibnu Abbas.” Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah berkata, “Tak pernah aku melihat seseorang yang lebih mengerti tentang hadits Rasulullah SAW serta keputusan-keputusan yang dibuat Abu Bakar, Umar, dan Utsman, daripada Ibnu Abbas.”. Sampai-sampai Umar Bin Khatab pun berkata “Sebaik-baik tafsir Al-Qur’an ialah dari Ibnu Abbas. Apabila umurku masih lanjut, aku akan selalu bergaul dengan Abdullah bin Abbas.”

Ibnu Abbas, Jodi Foster adalah sosok orang yang mendapatkan kasih sayang, bimbingan serta ucapan kalimat-kalimat do’a terbaik dari orang orang dekatnya. Kata-kata yang kita ucapkan kepada anak membawa pengaruh besar bagi hidupnya karena setiap kata atau kalimat yang diucapkan sekaligus membawa pesan tersirat tentang dirinya, baik berhubungan dengan kemampuan ataupun ketidakmampuannya. Begitu si anak menyimpan pesan itu dalam batinnya, pesan itu lama-lama menjadi suatu keyakinan dan pembenaran atas setiap kegagalan yang dialaminya.

So…. sejengkel apapun kita terhadap anak-anak kita jagan sampai ada kalimat-kalimat buruk yang keluar dari mulut kita. Selamat mencoba, selamat menjadi pembimbing dan pendidik para PEWARIS NEGERI.. Barakallah ..:) Wallahu’alam (dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s