Menebus Batas Ramadhan

Posted: 08/09/2012 in Catatan Kecil

Hanya 30 hari saja, setiap amalan nilainya berlipat ganda.

Dengan 30 hari, seorang mukmin di minta menerpa diri dengan berbagai latihan kebajikan.

Meski 30 hari, segala dosa bisa terampuni dengan sempurna.

Bahkan setelah 30 hari, banyak manusia yang terlena atas hari raya.

Terkesima oleh kata “kembali fitri”.

Serasa sudah cukup sudah banyak pahala dan berhenti menahan diri lagi,

sehingga nafsu kembali berkuasa atas perilaku diri……..inalillahi.

Ramadhan pergi dan datang begitu saja, setap tahun demi tahun, silih berganti. Dari pertengahan ramadhan banyak orang mulai berlalulalang, belanja baju lebaran, membeli perlengkapan sholat, membeli bahan-bahan kue dan makanan enak. Semuanya demi lebaran yang hanya sehari saja. Jarang sekali ada orang yang memikirkan khataman al-qurannya, apalagi bermuhasabah atas semua dosa-dosa sebelum ramadhan…bahkan mungkin tak ada yang memiliki perencanaan mengenai amalan yang harus dijaga setelah ramadhan. Semua sibuk dengan urusan lebaran.

Padahal ketika ramadhan beranjak pergi, Rasul saw dan para sahabatnya menangis berurai air mata, takut tahun depan tidak bertemu lagi dengan ramadhan. Hal ini sangat jauh dengan kondisi umat islam saat ini yang begitu sorak gembira menyambut kepergian ramadan. Ternyata perbedaan kualitas imanlah yang membedakannya. Maka mulai dari sekarang, selagi masih ada sepotong ramadhan yang tersisa untuk kita, mari kita maksimalkan diri untuk bermuhasabah, meningkatkan amalan dan menjaganya walau nanti ramadhan telah beranjak pergi. Dan jadikan momentum hari-hari terakhir sebagai persiapan kita untuk menjadikan ramadhan yang tak berbatas di hari-hari kita kedepannya. Hari setelah ramadhan. Menjadikan ramadhan kita ramadhan sepanjang masa.

Hasan Al-banna pernah berkata bahwa: Perbaharui imanmu karena iman akan menghasilkan persatuan dan persatuan akan menghasilkan kemenangan. Inilah yang harus kita lakukan untuk menjadikan ramadhan tidak berbatas di sepanjang kehidupan kita. Salah satu cara  memperbaharui iman adalah lewat menjaga dan meningkatkan amalan kita secara kontinyuitas/terus menerus. Karena sesungguhnya Alloh SWT lebih menyukai orang-orang yang walau mampu beramal sedikit, tapi ia tetap menjaga amalannya dan terus meningkatkan amal ibadahnya tersebut. Yuk sama-sama berjuang untuk menembus batas ramadhan yang hanya 30 hari setiap tahunnya. Dan semoga kita bisa menjadikan Ramadhan kali ini Ramadhan yang terbaik, sehingga ketiuka 1 Syawal tiba kita seperti bayi-bayi yang baru lahir dan tergolong kedalam orang-orang bertaqwa sebagaimana tujuan dari shaum Ramadhan sendiri. Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s