Oon nama penyanyinya, tapi syair lagunnya tidak oon

Posted: 07/14/2011 in Opini

Oon nama penyanyinya, tapi syair lagunnya tidak se”oon” namanya heheheh…  Ada pengamat pendidikan yang menyebutkan bahwa syair lagu berjudul  “Jang”  (panggilan awal bagi anak laki-laki orang sunda) yang dibawakan oleh Oon ini, merupakan salah satu ciri pendidikan berkarakter.

Memang benar setelah saya mendengarkan syair lagu tersebut memang sarat akan petuah. Setuju  dan cocok sekali jika semua institusi pendidikan melahirkan lulusan yang memiliki karakter sebagaimana  disebutkan dalam syair lagu tersebut, adapun syair tersebut adalah sebagai berikut :

Jang hirupteh teu gampang teu cukupku di pikiran bari kudu dilakonan

Jang jalan kahirupan teu sapanjangna datar aya mudun jeung tanjakan

Kudu sabar  dina kurang ulah nepak dada beunghar

salawasna kudu syukur eling kanu maha agung kade hidep bisi kufur

Jang cing jadi jalma hade cing jadi jalma gede benghar harta benghar hate

Jang hidep sing ngajalma turut parentah agama ulah jauh ti ulama

Nyobat sareng ahli tobat dalit sareng para kiyai

Hirup keuna kuawargingsir ngarah aya anu ngageuing mangsa lengkah ninggang salah

Reff .    Cing pinter tur bener, cing jujur tong bohong

             Ulah nganyerikeun batur ngarah hirup loba dulur

             Raksa ucap lampah tekad jeung tabeat

             Ngarah pinanggih bagja salamet dunia akhirat

             Jang..jang sing jadi jalma sholeh.

Syair lagu tersebut sangat kontras sekali jika dibandingkan dengan lulusan sebagian lembaga pendidikan yang hanya mengedepankan angka-angka / nilai-nilai, sehingga tidak sedikit yang namanya Institusi pendidikan menghalalkan segala cara ketika mendekati masa UN, bekerja sama dalam ketidakbaikan dan ketidakjujuran hanya untuk lulusannya memperoleh nilai yang diatas standar yang ditentukan pemerintah, bukti yang terbaru adalah kasus anak SD disalah satu sekolah di kota Surabaya yang harus terusir karena akhlaq jujurnya. Seharusnya Sekolah dan masyarakat bangga ketika ada anak yang seperti itu bukan malah sebaliknya di usir dengan alasan telah mencemarkan nama baik sekolah. Tragis banget negeri ini.

Semoga kasus tersebut menjadi kasus yang terakhir di negeri ini dan tidak terulang lagi apalagi terjadi di sebuah institusi pendidikan yang seharusnya senantiasa memberikan contoh ahklaq baik, jujur dan tentunya cerdas sebagaimana yang disebutkan dalam syair lagu Oon tersebut.

Jika semua institusi pendidikan yang ada di Indonesia ini sepakat untuk melahirkan lulusan-lulusan yang memiliki karakter dan berakhlaq baik, maka negeri ini tidak hanya menjadi negeri yang maju, tapi bisa jadi menjadi soko guru dunia. Semoga. !!! dan itu adalah TUGAS kita bersama yang harus dimulai dari SEKOLAH UTAMA yaitu KELUARGA.

Komentar
  1. Ahmad Farisi mengatakan:

    benar sekali…. mantappp! jempol

  2. ezialadiyat mengatakan:

    Laguna atuh kedah beunang kanu manah,lain kanu tanah

  3. dianikhwan mengatakan:

    SUNDA Abiiiiissss…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s