Belajar dari Papatong (Capung)

Posted: 03/02/2011 in Catatan Kecil

Selesai shalat Dzuhur, saya masuk lab komputer sambil melepas kepenatan setelah seharian mengajar anak-anak, saya lihat dikomputer sudah ada klip lagu sunda yang sedang diputar, saya dengar  dan semakin di dengar enak juga tuh lagu, apalagi liriknya kayanya sarat akan nilai-nilai petuah untuk hidup, saya pun belum mengerti betul apa maksud dari lagu sunda tersebut. Yang jelas setelah saya dengar secara seksama, membuat hati luluh, narineung (bahasa sunda) dan tersadarkan, coba aja simak lirik lagu yang di tembangkan oleh Bah Dadeng ini

Lirik Papatong – (Bah Dadeng)

Beurang maju ka lohor

Papatong nu koneng entreup na regang

Ngageter jangjangna keur ngagupayan

Pancen keur wasiatan

Sore mengok ka Ashar

Papatong nu koneng hiber teu luhur

ngalayang ngawahan arek pamitan

poma tong ka jongjonan

Reff:

Papatong nu koneng teu tembong deui

Leungit indit teu pamit

Papatong nu koneng teu tembong deui

Tilem bewara baturna

Prak reureuh tina ka riweuh

Prak pasrah kanu Kawasa

Prak reureuh tina ka riweuh

Prak pasrah kanu Kawasa

back to *

Arti dari lagu sunda tsb. :

Siang menuju Dzuhur

Capung yang kuning hinggap pada ranting

Bergetar sayapnya sedang melambai-lambai

Sedang saling berwasiat (saling berpesan)

Sore condong ke Ashar

Capung yang kuning terbang tidak tinggi

Melayang berancang-ancang hendak berpamitan

Ingat jangan keenakan

Capung yang kuning tidak nampak lagi

Hilang pergi tidak pamit

Capung yang kuning tidak nampak lagi

Tenggelam berita lainnya

Hendaklah istirahat dari kesibukan

Hendaklah pasrah kepada yang Kuasa

Hendaklah istirahat dari kesibukan

Hendaklah pasrah kepada yang Kuasa

Kalau saya memaknai lirik lagu ini, intinya hidup ini hendaklah jangan terlena oleh buayan dunia yang fana, hendaklah selama hidup kita berbuat kebaikan (amal maruf nahyi munkar ) saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran, karena suatu saat nanti kita akan dijemput kematian yang datangnya penuh misteri  dan tak ada seorangpun yang tahu kapan menjemputnya. Yang mesti kita perhatikan bagaimana kita mempersiapkan diri  agar setelah kematian itu menjadi tempat istirahat bagi kita, bukan sebaliknya tempat yang sangat menyakitkan dan menakutkan. Naudzubillah mindzalik

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s