MEMPERTAJAM KEPERCAYAAN DIRI

Posted: 06/21/2008 in Uncategorized

Oleh : Budi Fardiansyah

Sikap percaya diri merupakan salah satu faktor yang bisa membawa seseorang menjadi sukses. Percaya atau tidak, banyak diantara manusia-manusia sukses berawal dari kepercayaan dirinya yang luar biasa. Sungguh menakjubkan the Power of Self Confidence ( kekuatan percaya diri ).
Adalah hal yang wajar jika setiap manusia yang masih menikmati indahnya hidup memiliki cita-cita atau keinginan untuk hidup sukses. Sukses yang benar-benar terjadi. Bukan khayalan atau angan-angan belaka. Hanya saja dalam meraih cita-cita itu pasti akan dihadapkan dengan segudang barriers atau rintangan yang tentu saja tidak bisa dicapai dengan satu kata BIM SALABIM ABRA KEDABRA.
Hal ini dibutuhkan perjalanan waktu yang panjang dan solusi-solusi brilian dalam mewujudkan terobosan-terobosan untuk menghadapinya. Ibarat seorang pendaki yang akan menaklukan puncak gunung tertinggi, dia harus mampu mengatasi seribu rintangan yang akan dihadapi, misalnya jalan terjal berbatu, pepohonan yang merintangi jalan, medan yang baru ia kenal bahkan hewan-hewan liar dan buas pun harus ia atasi. Itu semua harus ia hadapi dengan kerja keras dengan memiliki keyakinan atau kepercayaan yang kuat untuk menggapainya.
Sebagaimana pada paparan di atas, Self Confidence atau yang lebih dikenal dengan PeDe istilah anak ABGnya merupakan salah satu faktor penting yang bisa membuat seseorang hidup sukses. Namun, pada kenyataanyna, patut disayangkan ternyata tidak semua orang bisa mengasah rasa percaya dirinya pada saat ada peluang atau kesempatan, sehingga lenyaplah sudah peluang itu jika pada saat yang bersamaan rasa PD itu sirna (lost Confidence). Oleh karena itu, pada tulisan ini akan diuraikan bagaimana untuk mempertajam rasa percaya diri kita sehingga rasa percaya diri itu selalu ada dan tetap ada pada setiap kesempatan. Diantara hal-hal yang bisa mempertajam rasa percya diri itu adalah :

1. Percaya besar bahwa anda bisa
You’re what you think. Anda adalah seperti apa yang anda pikirkan. Ini adalah sebuah motivasi yang besar yang membuat kita terdorong untuk mengkaji, menelaah, merenung, meriset tentang diri kita. Keyakinan yang besar terhadap diri kita bahwa kita bisa adalah faktor yang sangat dominan untuk mempertajam kepercayaan diri kita. Kalau seandainya kita memiliki sikap seperti itu, maka tidak akan ada yang bisa kita capai selain tunas-tunas kemenangan itu akan segera mulai tumbuh di sekitar kita. Kenapa? Karena keyakinan atau kepercayaan merupakan sebuah kekuatan besar yang siap untuk tampil paling depan dalam mengikuti berbagai macam arus perubahan yang terjadi. Seperti dalam pepatah “In ten years, even mountain move”. Dalam sepuluh tahun, gunung pun dapat berpindah. Sebuah ungkapan berharga yang membuka tabir tentang kekuatan kepercayaan diri kita yang selama ini masih terpendam menghujam dalam hati sanubari yang bisa kita capai dengan sebuah kata Commitment.

2. Yakini bahwa diri kita adalah berharga
Kita harus meyakini bahwa kita memiliki seabreg “mutiara” yang terpendam. Dan mulai saat ini kita harus bisa mencari dimana letak mutiara-mutiara itu berada. Dalam hal ini, kita harus bisa menemukan sisi positif atau kelebihan-kelebihan yang kita miliki. Namun, bukan berarti kita menapikan kelemahan-kelemahan atau keterbatasan-keterbatasan yang ada, juga tidak bermaksud untuk bersikap sombong sambil membusungkan dada pada saat kita menemukan kelebihan kita. Tidak, bukan saperti itu. Tetapi, Dalam hal ini adalah kita bisa menulis antara nilai -nilai positip yang kita miliki sementara nilai – nilai negatif yang ada pada diri kita, kita perbaiki dan kita benahi. Dengan menganalisa menggunakan metode SWOT, mudah-mudahan kita bisa memperbaiki keadaan kita sebelumnya. Hurup S berarti strerngthen (kekuatan), W berarti weakness (kelemahan) O berarti Opportunity (kesempatan/peluang) dan T berarti Treatment (ancaman). Dengan menggunakan metode seperti ini mudah-mudahan kita bisa menilai sejauh mana eksistensi atau keberadaan tentang diri kita. Alangkah lebih mudah jika kita tulis dalam bentuk tabel seperti berikut :
Strengthen Weakness Opportunity Treatment

3. Buang jauh-jauh sikap ragu
Dalam membuat keputusan atau menentukan sikap, ragu-ragu merupakan penghambat. Tinggalkanlah rasa ragu sampai kita benar-benar yakin terhadap keputusan yang kita buat. Sikap ragu-ragu akan membuat terombang-ambingnya keputusan yang akan kita lakukan dan akan menyita waktu yang lama. Dalam hal ini, buanglah rasa keraguan yang terdapat dalam diri kita pada saat kita membutuhkan rasa kepercayaan diri yang tinggi. Misalnya, jika pada suatu saat kita diperintahkan untuk menjadi seorang public speaker dengan pembahasan yang memang kita kuasai, maka pada saat itu kita harus membuang rasa ragu, seperti: “apakah saya bisa atau tidak? Apakah pembahasan saya akan membuat tertarik audience atau tidak? Apakah orang-orang akan mentertawakan saya jika saya berbicara di hadapan mereka?”. Nah, sikap ragu – ragu seperti inilah yang harus kita buang jauh-jauh, jangan sampai hal itu terpikirkan lebih lama lagi. Karena, hal itu akan membuat waktu kita terbuang percuma dengan memikirkan sesuatu yang sebenarnya kita mampu dan bisa.

4. Belajar dari orang-orang sukses
Di seantero jagat ini, kita akan menemukan banyak orang – orang sukses yang berawal dari keterbatasan diri yang mereka miliki. Kita tengok saja Thomas Alva Edison. Siapa diantara kita yang tidak mengenal orang ini. Seorang penemu bola lampu yang sampai saat ini penduduk bumi masih bisa menikmatinya. Pada perjalanan hidupnya, dia adalah seorang pelajar yang di keluarkan atau di DO (Drop Out) oleh pihak sekolahnya, dikarenakan IQ (intelegency quotiennya) yang lambat, setiap kali guru memberikan pemahaman tentang pelajaran, maka dialah yang paling susah mengerti bahkan pada saat diulang pun dia tetap dia tidak memahaminya. Dan ini terjadi berkali-kali, sampai terjadilah peristiwa yang memilukan. Dia di keluarkan oleh pihak sekolahnya. Karena sekolahnya menganggap dia menghambat proses belajar mengajar di sekolahnya.
Terus, apa yang dia lakukan setelah di DO oleh sekolahnya. Apakah dia diam, merenungi nasibnya yang tidak menentu, apakah dia menyesali keterbatasan dirinya? Tidak, bagi Thomas putus sekolah bukanlah hambatan untuk terus belajar dan berkarya. Dengan kepercayaan diri seorang ibu Thomas, dia mengatakan “saya tidak percaya kalau Thomas sebodoh apa yang mereka pikirkan, kalau mereka berpikir seperti itu, maka biarlah saya yang akan menjadi gurunya”. Dengan serangkaian belajar dan kerja keras juga penelitian yang dilakukan Thomas, berhasilah ketika saat itu dia menemukan lampu pijar. Sebuah penemuan spektakuler yang terjadi pada abad itu. Luar biasa.
Jadi, belajar dari orang-orang sukses melalui telaahan kisah mereka ternyata keterbatasan diri bukanlah alasan buat kita untuk tidak berkarya, untuk tidak menghasilkan sesuatu, untuk tidak percaya diri. Seperti yang pernah di kemukakan oleh Hirotada Otokake, seorang anak adam yang terlahir dengan keterbatsan fisik tanpa tangan dan tanpa kaki, dalam bukunya No One’s Perfect, dia mengatakan bahwa “kekurangan fisik bukanlah alasan yang tepat untuk tidak berkarya”. Ungkapan yang luar biasa yang patut mendapat renungan bagi kita yang terlahir dalam kondisi kesempurnaan fisik. Karena, justru sebab itulah potensi atau mutiara yang terdapat dalam diri kita teruji dan tertantang sehingga munculah potensi-potensi itu ke permukaan yang sebelumnya tidak pernah kita temukan. So, There is no so high mountain, if we get a high desire.

Komentar
  1. rahmankhaidir mengatakan:

    Luar biasa kang Budi…tos sono palay silaturahmi. manawi pami dina internet mah tiasa. cobian buka http://balkacity.bengkayang.go.id, barudak IPMB buka forum. diantos ah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s