KONTRIBUSI KADER UNTUK KEMENANGAN DAKWAH DI PEMILU 2009

Posted: 06/21/2008 in Informasi

oleh : Aar Syiarudin )**

Pemilu 2009 tinggal hitungan hari lagi dan ini adalah waktu yang singkat/pendek untuk sebuah ukuran waktu dakwah dan perjuangan, karena keberhasilan atau kemenangan dakwah harus ditempuh dengan waktu yang sangat panjang dan melelahkan. Tapi tentunya kita sebagai kader dakwah gak perlu menghitung panjang dan lamanya perjuangan atau ingin dengan segera merasakan kemenangan itu. Tapi yang penting bagi kita, bagaimana kita membuat rencana dan strategi yang matang, memberikan kontribusi dari hal yang kecil hingga luar biasa kalau mampu, menikmati proses perjuangan dengan realitas yang ada untuk terwujudnya cita-cita kemenangan yang kita inginkan.

Fathu Makkah bukanlah diraih dengan sekejap mata, tapi melalui proses yang lama dan pengorbanan yang luar biasa dari para sahabat dan kaum muslimin pada waktu itu. Sebut saja dari mulai pembinaan yang dilakukan Rasulullah terhadap para sahabat untuk dijadikan duta-duta dakwah di Yatsrib / Madinah, membuat perencanaan / stratei hijrah, strategi perang serta strategi-strategi yang lainnya, sehingga pada waktu ini apapun yang menimpa kaum muslimin dari mulai pemboykotan pengusiran penyiksaan dan lain sebagainya dapat dilalauinya dewngan penuh pengorbanan dan kesabaran tentunya, sehingga tercapailah apa yang dicita-citakannya dari mulai penguasaan negeri Yatrib ang di gandi menjadi Madinah sampai Fathu Makkah. Ini semua atas kerja keras Rasulullha para Sahabat dan kaum muslimin pada waktu itu, dan tentunya atas pertolongan Allah swt.
Lalu bagaimana dengan kita untuk menghadapai Pemilu 2009 ? Bukan suatu yang mustahil jika partai dakwah ini bisa memperoleh kemenangkan pada Pemilu 2009 nanti. Dan hal ini bisa terwujud tergantung bagaimana kualitas dan kontribusi para kader dakwahnya. Setidaknya ada beberapa kontribusi yyang bisa dilakukan oleh para kader dakwah seperti dipaparan berikut ini.

1. Mengokohkan Pembinaan dan rapatkan Barisan
Pembinaan, inilah yang dilakukan kali pertama Rasulullah saw terhadap para sahabatnya, termasuk sebelum melakukan hijrah ke Madinah Rasulullah mencetak kader-kader dakwahnya untuk menjadi duta-duta dakwah disana, dan hal inilah yang membedakan kenapa hijrahnya ke Thaif di tolak mentah-mentah, sementara ketika hijrah ke Madinah mudah diterima, selain karena keramahan masyarakat Yatsrib/Madinah juga sudah adanya ang mendakwahkan al-Islam di sana.
Tentunya pembinaan yang dilakukan bukan pembinaan yang parsial, selain dibina ruhiyahnya juga dibina jasadiah, fikriyah, ilmiyah sehingga muncullah / lahirlah kader-kader dakwah yang sesuai dengan visi dan misi tarbiyah.
Selain membina yang sudah ada dan merapatkannya, kita sebagai kader harus bisa membuka kelompok-kelompok pembinaan baru agar jaringan dakwah dan keder kita semakin luas. Tentunya hal ini bukanlah suatu yang mudah tapi dengan tekad kita bismillahirrahmaanirrahiim dan usaha Insya Allah kita bisa.

2. Menjalin Ukhuwah dan silahturrahim
Menjalin ukhuwah dan silahturrahiim ukanlah suatu yang mudah, apalagi ketika kita mau bersilaturrahim kepada ormas / harokah Islam yang lain ternyata mereka sudah tahu background kita, hal ini mungkin rada sedikit menghambat para kader untuk melakukannya. Tapi yang penting kita harus tetap mencari cara / siasat untuk bisa berkomunikasi secara efektif dengan saudara kita yang lain, sehingga ukhuwah dan silahturahim kita tetap terjaga.
Sebagai kader dakwah yang terjun dalam politik praktis, tentunya kita tidak cukup hanya menjalin silahturahim dengan sesame muslim saja, tetapi kita juga harus cukup cerdas dan pintar dalam menjalin silahturahiim dengan para birokrat, aparat, pengusaha, tokoh dan berbagai profesi lainnya. Karena bagaimanapun mereka juga punya andil besar untuk mendukung kemenangan dakwah ini, bagaimana kita berkomunikasi dengan mereka sehingga kita memberikan pengaruh positif ter hadap mereka agar mereka mau mendukung terhadap apa yang kita lakukan sehingga dapat membantu dan mempercepat terwujudnya pemerintaan yang bersih, peduli, professional dan pro rakyat.

3. Jangan Mudah terprovokasi atas Issue yang berkembang
Sebagaimana kita ketahui bersama, media-media yang ada baik cetak maupun elektronik sekarang ini masih dikuasai oleh orang-orang sekuler. Tentunya kita sebagai muslim yang kader dakwah jangan mudah terprovokasi atas isu-isu yang ada. Sebagai contoh yang masih hangat kasus FPI dan salah satu Aliansi pendukung Ahmadiyah, akibat kejadian tersebut ada yang bertanya kepada penulis “apa betul F-PKS mendukung pembubaran FPI” karena penulis tidak tahu akan hal ini penulis hanya bisa mengatakan kita harus tabayun dulu jangan mudak percaya terhadap isu-isu yang ada apalagi hanya lewat sms. Karena secara pribadi penulis beranggapan kejadian monas ini bisa saja berimbas kepada Pemilu 2009 untuk memberikan citra jelek pada partai partai Islam, sehingga partai-partai Islam tidak popular lagi. Karena bagaimanapun juga kaum sekuler dan musuh-musuh Islam tidak akan rela jika Indonesia ini dipimpin oleh muslim yang taat, apalagi sudah ada indikasi kemenangan ketika dua propinsi terbesar Indonesia yakni Jawa barat dan Sumatra di pimpin oleh kader partai Islam dalam hal ini PKS.
Ini hanya satu contoh issu yang penulis sebutkan dan tentunya masih banyak issu-issu hot yang lainnya. Dan yang harus kita lakukan adalah TABAYYUN, sebaaimana Allah Swt. Selalu mengingatkan kita “Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang yang fasik membawa berita maka lakukanlah tabayyun agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada satu kaum dengan kebodohan sehingga kalian jadilah orang yang menyesal akibat apa yang kalian lakukan.” (QS. Al-Hujurat : 6)
Dari peringsatan Allah tersebut jelas seorang muslim harus waspada menerima berita, apalagi yang bermakna menghasut. Karena walaupun kondisi setiap pribadi muslm dan hubungan antar sesame muslim yang lainnya kokoh, segala provokasi dan intervensi tidak akan berpengaruh efektif, tetapi jika gempuran itu kuat dan dilakukan secara terus menerus pasti ada juga pengaruhnya terhadap jiwa dan pemikiran kaum muslimin. Oleh kare na itu WASPADA dan TABAYYUN lah.

4. Tawaashaubil haq watawaashaubilsobbri
Adalah suatu yang lumrah atau lazim dalam kehidupan kita jka seorang guru menasihati muridnya, orang tua menasihati anaknya, murabbi menasihati mutarabbi, seorang atasan kepada bawahannya, namun jarang yang ada sebaliknya. Padahal guru, orang tua, murabbi, atasan adalah sama manusia biasa yang sangat mungkin melakukan kesalahan dan dosa karena diberi potensi yang sama oleh Allah Swt yakni Fujuurahaa Wataqwaahaa. Oleh karena itu bukanlah sesuatu yang hina jika seorang guru, orang tua, murabbi, atasan menerima kritik saran bahkan tausyiah dari bawahannya. Karena bagaimanapun juga kita berkewajiban untuk saling menasihati tanpa mesti membedakan tua muda atau murid guru.
Begitu juga diantara sesama kader jangan enggan untuk saling menasihati. Kita juga jangan enggan untuk mengkritik dan menasihati saudara kita yang sedang menjalankan amanah baik di eksekutif maupun legislative ataupun pada posisi lainnya. Karena hal ini akan menjadikan kontrol sesama jamaah dan akan membuat solidnya jamaah. Tentunya control atau saran dan kritikan yang kita berikan bukan karena hasud dan dengki naudzubillah. Tapi untuk kebaikan bersama yakni Izzatul Islam Wal Muslimin

5. Tingkatkan Maliyah Kader
Yang namanya perjuangan tentunya membutuhkan pengorbanan, salah satunya adalah harta. Kita juga jangan menapikan pengorbanan harta karena bagaimanapun perjuangan ini perlu dana, walaupun bukan segala-galanya tapi tetap membutuhkan dana.
Salah satu cara untuk medukung kemenangan ini adalah dengan harta, dan karena kita PKS “Pake Kantong Sendiri” otomatis salah satu kontribusi kader adalah meningkatkan maliyahnya sehingga bisa memnyumbangkan dana yang lebih buat kemenangan dakwah ini.

Setidaknya lima kontribusi inilah yang penulis yakini bakal memdukung kemenangan dakwah di pemilu 2009. dan tentunya masih banyak kontribusi positif lainnya yang tidak terfikirkan oleh penulis. Namun setidaknya tulisan ini bisa memberikan inspirasi kepada kita untuk memenangkan dakwah di pemilu 2009. wallahu alam.

Komentar
  1. deni hardianto mengatakan:

    semoga Allah SWT, memberikan rahmat dan hidayanya pada kita semua menuju 2009, tetap semangat & pantang menyerah, Allahhuakbar…

  2. yume mengatakan:

    assalamualaikum kang
    ana ijin copas sebagian tulisannya untuk buletin media wanita DPD ya.
    jazakallah khairan katsira ^^b

  3. aar mengatakan:

    Wassala w wb
    Boleh2 saja akhi but jnagan lupa nyamtumin sumberrnya Oke!!!

  4. awan lembayung mengatakan:

    salam,

    to the point aja..
    jangan centang/pilih Partai Demi Islam Pobia.. hehe
    bercanda kali haha..

  5. aray mengatakan:

    asw… akh, ana izin copas ya artikel antum .syukron-jzk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s