Pelajaran itu berasal dari mereka

Posted: 06/09/2008 in Tausyiah

            Seperti biasa saya selalu melakukan shalat dzuhur di mesjid At-Taufiq yang di apit oleh pabrik-pabrik tenun, pada suatu hari saya mau shalat, pas di depan tempat saya beraktivitas ada becak pemulung (tukang rongsokan) yang sedang di parkir, saya gak banyak berfikir, lalu saya lanjutkan kemesjid untuk shalat dzuhur, karena pada waktu itu saya masbuk, dimesjid  saya tidak melihat ada jamaah, namun pas saya mau ambil wudhu, saya terkejut, sekaligus agak takut, bagaimana tidak takut dimesjid yang di apit oleh pabrik-pabrik dan gaduh oleh deru mesin-mesin tenun, di tempat wudhu saya melihat ada “maaf”  kantong dan sweater kucel yang diatasnya ada golok. Waktu itu sempat saya berfikir jelek…..”wah jangan-jangan…”…. Saya lalu beristighfar dan cepat ambil air wudhu, pas masuk mesjid ada seorang yang lagi sholat, sayapun jadi tenang, waktu saya datang orang tersebut tidak kelihatan karena terhalang dinding, selesai sholat saya lihat orang yang barusan sholat itu mengenakan  sweater dan tas plus golok yang tadi saya lihat, saya semakin penasaran, dari kejauhan saya ikuti dia..dan ternyata…dia adalah seorang pemulung yang becaknya diparkir di depan tempat saya beraktivitas. SubhannallahKurang lebih dua minggu kemudian, saya mau shalat ashar, lihat lagi becak pemulung diparkir lagi didepan, saya lihat dia sudah belok ke gang mesjid dan sayapun mengikutinya karena dia ganti pakaian dulu, jadi shalatnya duluan saya lalu dia berdiri dibelakang saya jadi makmum, selesai salam dia menambahkan rakaatnya, lalu saya lihat dengan sudut mata sambil mengamati penampilannya, saya lihat dia mengenakan kemeja bercorak dengan peci hitam bercorak kuning emas, rapih sekali penampilannya, ketika dia sedang wirid, saya dekati untuk bersalaman sambil melempar senyuman tapi senyuman saya tidak dibalasnya, dia hanya menerima tangan saya untuk bersalaman, menatap dengan penuh rasa hormat lalu dia tertunduk malu dan meneruskan wiridnya….saya keluar dari mesjid dan bergumam dalam hati..”orang seperti dia ketika bekerja dengan pakaian yang kotor dan kucel, tetapi dia memakai pakaian terbaik jika mau menemui dan berdialog dengan Rabbnya Allah azza wazalla..berbeda dengan saya yang hanya kadang mengenakan kaos oblong. Yaa Allah berkahilah dia berkahilah dan kabulkanlah do’anya, karena do’a –do’a orang semacam dia bisa tembus sampai arasy-Mu Yaa Allah….

 

            Satu lagi yang memebuat hatiku terenyuh, simpati sekaligus prihatin, pagi itu ketika aku sedang berjalan di pinggiran sebuah kota kecil dan kurang tertata yang bernama Majalaya, terlihat ada sebuah Truk/Fuso yang mengangkut semen, lalu sacara tiba- tiba dua orang abang becak mengancungkan tangan kepada truk tersebuat sambil berteriak : “ kamana ieu ?” (mau kemana ?), sopir truk dan kendeknya menjawab : “mau ke Paseh”, dengan seketika dan sekejap dua orang abang becak sudah berada di atas tumpukan semen lalu diikuti + tiga temennya yang berlari menuju truk itu dengan cepatnya mereka bertiga sudah berada di atas truk itu. Melihat kejadian itu saya berhenti sejenak sambil berfikir, apa maksudnya mereka berlari dan menaiki truk itu, dan rela meninggalkan becaknya,  saat itu juga saya menemukan jawabannya sendiri, yang jelas mereka meninggalkan becaknya dan menaiki truk itu bukan untuk membajak truk, atau memalak sopir dan kendeknya, melainkan mereka menawarkan diri menjual jasa tenaganya untuk membantu menurunkan semen dari truk itu, sungguh cerdas sekali yang mereka lakukan dalam rangka mencari rezeki yang halal, sambil nunggu penumpang yang belum jelas kehadirannya, mereka tinggalkan becaknya sejenak dan mengerjakan pekerjaan yang sudah jelas didepan mata Insya Allah halal, mengapa mereka lakukan itu. Tentunya inilah cara mereka untuk menafkahi anak istri dan keluarganya dengan cara yang halal, Yaa Allah berkahilah mereka, mudah – mudahan yang mereka lakukan itu benar untuk menafkahi keluarga, bukan untuk menambah modal berjudi

 

            Dua kisah ini bukanlah kisah rekayasa tapi saya lihat dan alami sendiri, dan masih banyak kisah atau cerita yang lainnya, yang mungkin pernah anda temukan atau alami juga dalam keseharian anda, tapi yang jadi pertanyaan apakah hati kita terenyuh/ terketuk ketika melihat kejadian semacam itu, sehingga ada kepedulian untuk memperhatikan mereka, minimal mendo’akannya. Mengapa karena kalau kita perhatikan ada banyak pelajaran sekaligus pengobat hati bagi kita, ketika kita memperhatikan perilaku mereka, sebagaimana pada kisah yang pertama bagaimana mereka bertahan untuk hidup hanya dengan menjadi pemulung dengan stelan pakaian pemulungnya, tapi giliran menghadap Rabbnya untuk mengungkapkan keluhan dan do’a-do’anya mereka memakai pakaian terbaik yang mereka punya, atau pada kisah yang kedua para abang becak yang dengan beraninya melompat truk yang lagi jalan perlahan karena macet dan meninggalkan becaknya sejenak hanya untuk mencari tambahan penghasilannya yang kalau nunggu becak terus belum tentu ada penumpang, mereka melakukan itu hanya ingin menafkahi istri anak dan keluarganya dengan cara yang halal.

            Sudah seberat itukah gaya dan cara bekerja kita?. Sungguh lebih mulia abang becak dan pemulung itu jika dibandingkan dengan orang yang tiap hari pake mobil mewah tapi hasil dari  korupsi atau hasil dengan cara-cara yang haram!!!

            Tentunya pelajaran yang paling berharga jika kita melihat dan memperhatikan mereka akan muncul ketenangan hati yang luar biasa, sehingga mewujudkan rasa syukur kita yang tinggi tehadap Allah swt. Bukankah Allah pernah berfirman “barang siapa yang mensyukuri nikmatKu maka Aku akan tambahkan nikmanya, tapi barang siapa yang kufur terhadapKu sesunggunya AzabKu sangat pedih”  Tapi jika kita sudah memperhatikan menyimak kisah-kisah tersebut tetap hati kita tidak terketuk…maka MENANGISLAH SAUDARAKU…mohon ampun terhadap Allah swt… Wallau alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s