Membaca Siasat Operasi Militer Israel ke Palestina

Posted: 06/18/2007 in Informasi

Adnan Abu Amer (Majalah Al-Asr)

Menghentikan aksi perlawanan Palestina dan serangan roketnya ke sejumlah permukiman Yahudi menjadi alasan bagi Israel melakukan operasi militer berulang-ulang ke sejumlah wilayah utara, tengah, selatan Jalur Gaza. Operasi militer Israel itu juga diwarnai dengan berbagai macam kejahatan pembantaian, penggunaan berbagai jenis senjata dari pesawat F16, pesawat pengintai dan Apache, tank Mirkava, roket yang dilarang oleh undang-undang internasional dan misil “paku” dan senjata lainnya yang dimiliki Israel yang katanya merupakan kekuatan nomer 5 di dunia untuk menggempur kamp-kamp, baldah, desa-desa kecil yang luasnya tidak lebih dari 1 km persegi.

Biasanya operasi Israel yang sedang berlangsung akan dilimpahi pasukan tambahan hingga mencapai 7-8 batalion unggul dan pasukan invantri, dua satuan penjaga perbatasan termasuk satuan pasukan andalan yang mereka kenal; Dovadvan, Shaldag, Syatit Serit Mitkal.

Fase-fase operasi serangan:

1. Berkonsetrasi di locasi sasaran operasi kemudian melancarkan serangan dengan berbagai perlengkapan yang dimiliki, terkadang dengan melarang warga memasuki area sasaran.

2. Dalam banyak kesempatan sneper Israel menaiki gedung untuk membidik para pejuang perlawanan Palestina bahkan semua yang dicurigai.

3. Biasanya setelah dilakukan operasi serangan, Israel mengumumkan melalui pengeras suara bahwa lokasi itu dinyatakan tertutup dan memberikan waktu ½ jam bagi perlawanan untuk menyerahkan senjata mereka. Mereka diminta untuk meletakkan tangan ke belakang punggung. Untuk menjatuhkan mental pejuang perlawanan Palestina Israel sering menyebarkan selebaran yang menunjukkan kelemahan kelompok pejuang.

4. Kemudian pasukan Israel menggeledah rumah-rumah dan bangunan sipil serta masjid untuk mencari pejuang perlawanan bersenjata sambil melakukan perusakan dan pemeriksaan warga serta penangkapan.

5. Israel biasa menggunakan alat berat seperti buldoser yang tidak mempan oleh bom dan roket.

6. Dalam banyak serangan militer Israel membangun wilayah terisolasi melalui masuknya pasukan darat dalam jangka waktu lama.

 

Manfaat militer dalam operasi serangan bagi Israel

Dalam melakukan operasi militer, Israel menggunakan banyak istilah untuk menghadap pejuang Palestina. Di antaranya; menaman duri, neraka jahim, jahanam yang hancur, pagar pengaman, tamasya dengan pelangi, rute pasti, penunggang kuda malam, busur pelangi, panah selatan, jalan pasti, hujan pertama, hari-hari penyesalan, ledakan tanpa batas, penjaga terdepan, angin panas, besi bulat, pedang Geliat, hujan musim panas. Semuanya dilancarkan ke Jalur Gaza setelah seorang serdadu Israel ditahan pejuang Palestina Juni 2006.  

Meski namanya ngeri namun sejumlah sumber menyatakan kegagalan operasi-operasi dalam membungkam perlawanan. Seperti yang disampaikan ileh mantan badan intelijen Israel Jenderal Aharon Zaivi Farks bahwa menumpas kelompok perlawanan adalah khayalan. Meski hasilnya hanya mengurangi namun hakikatnya Israel akan menemukan perjuangan perlawanan adalah sumur tanpa dasar yang tak mungkin diberantas jika diselesaikan dengan militer. Jadi harus diselesaikan dengan sarana politik, tukas Zaivi yakin.

Ia menambahkan, jika satu roket Al-Qassam berhasil dilumpuhkan, maka esok akan muncul roket baru yang lebih jauh jarak tempuhnya. Bahkan wakil Menhan Israel Benjamen Ben Alya’zar menyatakan Jalur Gaza adalah neraka jahim bagi pasukan Israel jika memasukinya. (atb)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s